KAMI MUSLIM DAN MANHAJ KAMI AHLUS SUNNAH

Dari Abu Sa’id Al Khudry -radhiyallahu ‘anhu- berkata, saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “Barang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah.” (HR. Muslim no. 49) - LASKAR AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR | ROHIFA ROHIS AL-HIDAYAH SMKN 1 GODEAN

INGAT MATI

“Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan.” (QS. Al Muthoffifin: 4) - HILANGKAN RASA CINTA BERLEBIH TERHADAP DUNIA SEBAB KEMATIAN BUKANLAH AKHIR

MANAJEMEN WAKTU

“Demi masa, sesungguhnya semua orang benar-benar dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati untuk menetapi kesabaran.” (QS. al-‘Ashr: 1-3) Manfaatkan waktumu dengan optimal agar tak ada penyesalan di hari kemudian - TIM AKHWAT ROHIFA ROHIS AL HIDAYAH

DO'A - KUNCI KEBERHASILAN

“Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepada-Mu,menghadapkan wajahku kepada-Mu, menyerahkan semua urusanku kepada-Mu, menyandarkan punggungku kepada-Mu, karena mengharap dan takut kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari ancaman-Mu kecuali kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab yang Engkau turunkan dan kepada nabi yang Engkau utus.” - BERDO'A ITU "KAPAN PUN DIMANA PUN"

KURBAN - POWER OF GIVING

“Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari Nahr (Iedul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (qurban), maka hendaknya kalian merasa senang karenanya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim dengan sanad sahih, lihat Taudhihul Ahkam, IV/450) - BERKURBAN HARUS PENUH SENYUM ^_^

Tampilkan postingan dengan label Dunia islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Mei 2012

Subhanallah, Masuk Islam Karena Pakaian Dalam



Subhanallah, Masuk Islam Karena Pakaian Dalam


Mungkin kedengaran aneh dan janggal. Hidayah memang bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Selama ini mungkin kita lebih sering mendengar masuk islamnya seorang non muslim kedalam islam di sebabkan hal-hal luar biasa dan penting. Seperti dokter Miller seorang penginjil Kanada yang masuk islam setelah menjumpai I’jaz Qur’an dari berbagai segi.Tapi yang ini benar-benar tidak biasa. Ya,… masuk islam gara-gara pakaian dalam!!


Fakta ini dikisahkan Doktor Sholeh Pengajar di sebuah perguruan Tinggi Islam di Saudi, saat ditugaskan ke Inggris. Ada seorang perempuan tua yang biasa mencuci pakaian para mahasiswa Inggris termasuk pakaian dalam mereka.

Suatu hari wanita tua ini menceritakan keheranannya selama bertugas pada Doktor Sholeh, perihal adanya pakaian dalam yang ‘aneh’. Ada beberapa pakaian dalam yang tidak berbau seperti mahasiswa umumnya, apa sebabnya? Maka ustadz ini menceritakan karena pemiliknya adalah muslim, agama kami mengajarkan bersuci setiap selesai buang air kecil maupun buang air besar, tidak seperti mereka yang tidak perhatian dalam masalah seperti ini.

Betapa terkesan ibu tua ini dan tidak lama kemudian ia mengikrarkan syahadat, masuk islam dengan perantaraan pakaian dalam!!!

Muslimah Zone

Selasa, 08 Mei 2012

Pintarnya Yahudi, Tidak lebih menjadi kebodohan bagi mereka

berikut faktanya:

Saat mengandung

Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.
Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.
Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?”
Dia menjawab, “Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.”
Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.
Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.

Cara makan
Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.


Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandung kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.
Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),” ungkapnya.
Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.
Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Kamu diundang ke rumah Yahudi, Kamu akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk. Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.
Anti merokok
Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Kamu diundang makan di rumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Kamu keluar dari rumah mereka. Menyuruh Kamu merokok di luar rumah mereka.

Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak (bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.
Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).
Pendidikan
Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar. Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak. Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.

Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!!!” katanya.


Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari. Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.
Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius. Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.

Satu lagi yang diberi keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya. Kamu hanya akan lulus jika tim Kamu (10 pelajar setiap tim) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!
Kamu terperanjat? Itulah kenyataannya.
Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?
Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.
Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.
Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.
Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. “Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?” demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.
Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur’an. Tak ada main PlayStation atau game bagi mereka.
Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.
Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.
Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.
Benarkah merokok dapat melahirkan generasi “Goblok!” kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.
“Lihat saja Indonesia,” katanya seperti dalam tulisan itu.
Jika Kamu ke Jakarta, di mana saja Kamu berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Kamu akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!
“Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris?” Katanya.
Meskipun warga Yahudi di Amerika kurang dari 3% dari populasi tapi sudah memenangkan 25% hadian Nobel sejak 1950. Selain itu bangsa Yahudi menguasai 20% eksekutif di AS dan 22% anggota mahasiswa jenius adalah Yahudi consolidating student loans.

Minggu, 15 Agustus 2010

Makkah Jadi Acuan Waktu? Insya Allah terwujud

RIYADH -- Arab Saudi makin dekat dengan ambisinya menjadikan Makkah sebagai pusat patokan waktu internasional. Pemerintah Arab Saudi mengujicobakan jam terbesar di dunia pada Selasa (10/8) waktu setempat atau Rabu (11/8) WIB. Uji coba ini akan berjalan selama tiga bulan.

Jam terbesar di dunia itu dipasang di puncak gedung pencakar langit, Abraj Al Bait Tower, yang terletak di belakang Masjidil Haram. Pada waktu uji coba, baru satu sisi jam dari empat sisi yang berjalan. Selain berambisi menjadi acuan waktu dunia, Pemerintah Arab Saudi ingin jam ini akan menjadi acuan bagi 1,5 miliar Muslim di seluruh negara.

Manajer Royal Mecca Clock Tower Hotel, Mohammed al-Arkubi, berharap jam tersebut menjadi acuan umat Muslim seluruh dunia. “Menjadikan Makkah sebagai pengganti Greenwich Mean Time (GMT), itu tujuan pembangunan menara jam,” kata al-Arkubi, yang bekerja di hotel di Abraj Al Bait Tower, seperti dikutip Associated Press.

Hani al-Wajeh, warga Makkah, mengatakan, masyarakat sangat menunggu-nunggu jam terbesar di dunia itu beroperasi penuh. Namun, Pemerintah Arab Saudi masih mengunci rapat informasi rinci terkait jam tersebut. “(Dengan adanya jam terbesar di dunia) kami di Makkah berharap bisa menjadi acuan waktu internasional,” sambungnya.

Ambisi Makkah menjadi kiblat pengaturan waktu internasional sudah berlangsung lama. Pada 2008 di Qatar diselenggarakan seminar internasional terkait kemungkinan Makkah menggantikan GMT yang sudah 125 tahun mendominasi waktu dunia. Seluruh peserta seminar mengusulkan langkah pertama untuk menggantikan GMT adalah menyatukan acuan waktu seluruh negara Arab.

Selain itu, peserta seminar mengatakan, melanggengkan GMT sama saja melanggengkan kolonialisme. Alasan mereka, penetapan GMT pada 1884 penuh dengan agenda kolonialisme negara barat atas negara lain.

Greenwich Mean Time adalah hasil konferensi internasional yang diikuti 41 negara pada Oktober 1884 di Washington DC, Amerika Serikat. Saat itu mayoritas peserta setuju menjadikan Kota Greenwich di Inggris sebagai titik nol acuan garis meridian yang membelah bumi menjadi bagian timur GMT dan bagian barat GMT.

Pada 1 Januari 1972, acuan waktu internasional kembali diubah karena jam di Greenwich Observatorium kurang akurat. Peneliti menggunakan jam lebih akurat yang memanfaatkan zat atom dan menamakannya Coordinated Universal Time (UCT). Beda antara UCT dan GMT adalah 0,9 detik.

Cendekiawan Muslim, Yusuf al-Qaradawi, mengatakan, Makkah pantas menjadi pusat nol dunia karena sejajar tepat dengan Kutub Utara, sehingga menjadikannya sebagai 'zona magnetisme nol'. Pandangan al-Qaradawi didukung oleh Abdel-Baset al-Sayyed, dari Pusat Penelitian Nasional Mesir, yang mengatakan tidak ada medan magnet di Makkah.

“Jam terbesar di dunia berada tepat di titik paling penting di seluruh dunia, Ka'bah. Ini adalah impian seluruh umat Islam,” kata Atif Felmban, warga Makkah. Ahmed Haleem, warga Makkah lainnya, mengatakan, sudah saatnya dunia Islam memiliki jam yang bisa dibanggakan. “Selama ini kita selalu memuja konstruksi jam Barat,” katanya.

Proyek jam terbesar di dunia ini dikerjakan dengan melibatkan ahli jam dari Swiss dan Jerman. Total dana yang digelontorkan Pemerintah Saudi mencapai 800 juta dolar AS. Selain berfungsi sebagai menara jam, Abraj Al Bait Tower juga sebuah kompleks yang terdiri atas tujuh menara hotel dan pusat perbelanjaan.

Jam ini juga akan membuat jam yang menjadi landmark Kota London, Big Ben yang pernah menempati posisi sebagai jam empat sisi terbesar di dunia, menjadi terlihat kecil. Dengan diameter sekitar 40 meter, jam Arab Saudi ini akan lebih besar dari juara dunia jam terbesar saat ini, yakni jam Mall Cevahir di Istanbul, yang memiliki lebar 36 meter.

Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsudin mendukung proyek ini, walaupun menurutnya sangat sulit mengubah ketentuan waktu yang telah berjalan di dunia. Tapi kami mendukung proyek tersebut, bagaimana dengan saudara pembaca?

Senin, 12 Juli 2010

Muhammadiyah, diamati mata asing

YOGYA - Syahwat politik Nahdlatul Ulama (NU) dinilai masih tinggi. Kondisi tersebut bisa dilihat dari setiap penyelenggaraan pilkada di Pulau Jawa, hampir dipastikan ada calon gubernur atau wagub, bupati atau wakil bupati, walikota maupun wawali dari unsur NU.

Pendapat ini disampaikan pengamat politik Korea Selatan, Eun Sook Jung dalam perbincangan dengan wartawan di Yogya, Senin (17/3). Eun, yang fasih berbahasa Indonesia, karena pernah lama tinggal di Yogya, saat ini sedang melakukan penelitian tentang Islam dan politik (di Jawa), untuk meraih gelar Doktor di University of Wiscounsin Madisson USA.

Menurut dia, syahwat politik Muhammadiyah kecil bukan karena malu-malu. Tapi, perjalanan sejarah dua organisasi Islam besar berbeda. Di NU ada pondok pesantren, di Muhammadiyah lebih tersebar di kota-kota. Pilihan Muhammadiyah lebih demokratis dan kegiatannya lebih terfokus pada amal usaha. "Bukan berarti Muhammadiyah tak punya syahwat politik. Syahwat politiknya tak tampak, karena tersebar di partai-partai besar," kata Eun.

Selasa, 06 Juli 2010

Muktamar Muhammadiyah Tetapkan 13 Nama Pimpinan Pusat

Muktamar Ke-46 Muhammadiyah yang dirangkaikan dengan peringatan satu abad organisasi Islam ini, Senin (5/7) malam menetapkan 13 nama anggota pimpinan pusat.

Penetapan anggota pimpinan pusat (PP) tersebut dilakukan melalui pemungutan suara yang penghitungannya dilakukan di Gedung Fachruddin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Penghitungan suara mendapat perhatian dari kalangan pers, pemerhati sosial termasuk mantan ketua umum PP Muhammadiyah Syafii Ma'arif.

Ketua Panitia Pemilihan Anggota Pimpinan Pusat Muktamar ke-46 Muhammadiyah Rosyad Shaleh sejak penghitungan suara dimulai terlihat sibuk.

Beberapa kali ia memberikan penjelasan kepada pers tentang jalannya penghitungan suara yang memakan waktu lebih dari lima jam.

Puluhan wartawan duduk di lantai beralaskan karpet hijau memperhatikan jalannya penghitungan suara yang ditayangkan melalui layer lebar di aula Fachruddin kampus UMY.

Din Syamsudin, Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005-2010 dalam perolehan suara berada di urutan teratas, diikuti Muhammad Muqodas, Malik Fadjar, dan Haedar Nashir pada pemilihan 13 anggota PP organisasi ini.

Sejak dimulai acara pemilihan anggota PP Muhammadiyah periode 2010-2015 itu, kedudukan Din tidak tergoyahkan di urutan teratas bersama Muhammadi Muqodas, Malik Fadjar, dan Haedar Nashir.

Berikut nama-nama 13 besar anggota PP Muhammadiyah periode 2010-2015; Din Syamsudin (1.915 suara), Muhammad Muqodas (1.650), A Malik Fajar (1.562), A Dahlan Rais (1.508), Haedar Nashir (1.482), Yanuhar Ilyas (1.431), Abdul Mufti (1.322), Agus Danarta (1.034), Syafiq A Mugni (952), Fatah Wibisono (942), M.Goodwil Zubir (931), Bambang Sudibyo (887), Dadang Kahmad (797), Syukrianto (793), dan AM Fatwa (790).

Total suara yang masuk 2.222 suara. Namun, dari jumlah suara tersebut, keabsahannya hingga malam ini masih dicek ulang.

Minggu, 04 Juli 2010

Malam Dinamis dan Atraktif, Sambut Abad Kedua Muhammadiyah

Yogyakarta – Malam Taaruf Muktamar Muhammadiyah Ke-46 yang juga malam syukuran Muktamar Seabad Muhammadiyah, sabtu malam (03/07/2010) begitu membekas dihati penonton, pengisi acara, maupun para tokoh yang hadir di Stadion Mandala Krida. Tema Muktamar Gerak Melintas Zaman, Dakwah dan Tadjid Menuju Peradaban Utama coba disuguhkan para seniman, budayawan Muhammadiyah beserta para simpatisan seniman kota Yogyakarta.

Dipuncak acara, sejenak seisi stadion terdiam ketika para penari berkostum lampu light emitting diode (LED) membentuk formasi akhir berlatar musik . Penari utama Didik Ninithowok berada di tengah-tengah formasi 250 penari yang memancarkan cahaya dinamis kehijauan diseluruh penjuru arena, dikuti munculnya sinar laser hijau seakan memancar dari penari utama ke segala penjuru stadion.

Beberapa saat formasi itu terus bertahan, sinar laser terus bergerak dinamis, cahaya kehijauan di segala penjuru arena terus bergoyang dan akhirnya tepuk tangan membahana menyambut ledakan kembang api yang muncul di belakang replika Masjid Gedhe Kauman di sisi timur stadion dan Muhammadiyah Syimfoni Orchestra mengiringi Ita Purnamasati dan Heidi Yunus menyanyikan lagu Tema Muktamar. Praktis paduan suara raksasa membahana ketika semua yang hadir ikut menyanyikan lagi lagu garapan Dwiki Dharmawan dan Din Syamsuddin itu.

Spektakuler

Suharno, seorang penggembira dari Kulonprogo yang berada di tribun utara mengatakan bahwa acara malam taaruf ini sangat mengesankan. “Muhammadiyah benar-benar spektakuler, modern, hebat luar biasa” kata Suharno. Sementar menurut Sa'adi, seorang penggembira yang datang dari Semarang mengakui kalau dia sangat terkesan. “Kalo saya tidak datang saya pasti menyesal, padahal saya tadi hampir tidak datang karena ada bola di tv” katanya.

Safni dari Sumatera Barat yang berada di tibun penggembira bagian selatan menyatakan sangat puas dengan pertunjukan. Dengan wajah berseri-seri, dia mengatakan senang, puas melihat acara Malam Taaruf ini. Temannya, Marsyofi’ah terlihat menghentakkan kaki mengikuti irama Lagu Tema Muktamar, hingga acara usai. Hingga ada seorang ibu berseragam ‘Aisyiyah bernamma Supi, berasal dari Yogyakarta, yang menangis melihat pergelaran ta'aruf ini.

Bahkan ada seorang anak bernama Gilang dari Manijau, Sumatera Barat yang masih semangat, walaupun malam telah larut. Dia bernyanyi dengan senangnya, berteriak dengan semangatnya sambil menikmati Tarian Lighting yang sangat memukau. Terlebih ketika pesta kembang api diluncurkan.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Din Syamsuddin ketika diwawancarai setelah acara berakhir mengucapkan rasa syukurnya. ”Alhamdulillah, ini menunjukkan kreatifitas Seniman, Budayawan Muhammadiyah dan juga simpatisan. Saya kira ini baru pertama kali di Muhammadiyah tapi juga ini merupakan pertunjukan lapangan paling spektakuler diIndonesia.”’ lanjutnya.

Bersatu dalam Keindonesiaan

Respon pengunjung terhadap keseluruhan acara yang kental dengan nuansa kolaborasi etnis-etnis di Indonesia dalam kemasan tari modern juga positif. Medley lagu daerah dari Kyai Kanjeng, Emha Ainun Najib dan Ita Purnama Sari. Rangkaian tari 500 penari Gerak Muhammadiyah Melintas Nusantara yang diawali renungan puisi Kenangan 100 Tahun dari taufiq Ismail melengkapi acara syukuran seabad Muhammadiyah itu.

“Saya senang dengan tari kolosalnya, karena semua daerah ditampilkan, dan menunjukkan sebagai cara Muhammadiya yang modern.” kata Suharno. “Isi yang ditampilkan pada malam ini adalah kebersamaan seluruh Indonesia, juga karena disini menampilkan tarian-tarian yang modern.” menurut Sa’adi.

Sedangkan menurut Heri Prasetio dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kalasan, Sleman, yang saat itu berada di tribun barat mengaku kalau acara ini penuh kejutan dan dia sanggat menikmati acara sdari awal hingga saat ini .

Pada waktu para penari di lapangan menarikan tari Sajojo, hampir semua berdiri, bertepuk tangan, bahkan ada yang ikut menari. Tribun khusus peserta Muktamar Ikatan Pelajar Muhammadiyah yang tampak paling ramai, bendera IPM berkibar disertai teriakan seiring teriakan penari.

Din Syamsuddin yang malam itu bersama Walikota Yogyakarta Herry Zudianto, Wakil Walikota Yogyakarta Hariadi Suyuti, Ketua PWM DI Yogyakarta Agung Danarto beberapa tamu dan tokoh Muhammadiyah hadir dalam balutan busana Jawa lengkap dengan blangkonnya mengaku kalau kreatifitas malam ta’aruf ini diserahkan kepada panitita penerima. “Konsepnya di informasikan dan di presentasikkan dan kita setuju” katanya.

Sementara itu Dwiki Dharmawan yang malam itu menjadi Conductor Muhammadiyah Syimponi Orchestra berpesan “Tidak hanya euforia malam ini semua kembali ke Jogja, tapi bagaimana ke depannya”. (Arif)

Sejarah Singkat Pendirian Persyarikatan Muhammadiyah

Muhammadiyah didirikan di Kampung Kauman Yogyakarta, pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H/18 Nopember 1912 oleh seorang yang bernama Muhammad Darwis, kemudian dikenal dengan KHA Dahlan .

Beliau adalah pegawai kesultanan Kraton Yogyakarta sebagai seorang Khatib dan sebagai pedagang. Melihat keadaan ummat Islam pada waktu itu dalam keadaan jumud, beku dan penuh dengan amalan-amalan yang bersifat mistik, beliau tergerak hatinya untuk mengajak mereka kembali kepada ajaran Islam yang sebenarnya berdasarkan Qur`an dan Hadist. Oleh karena itu beliau memberikan pengertian keagamaan dirumahnya ditengah kesibukannya sebagai Khatib dan para pedagang.

Mula-mula ajaran ini ditolak, namun berkat ketekunan dan kesabarannya, akhirnya mendapat sambutan dari keluarga dan teman dekatnya. Profesinya sebagai pedagang sangat mendukung ajakan beliau, sehingga dalam waktu singkat ajakannya menyebar ke luar kampung Kauman bahkan sampai ke luar daerah dan ke luar pulau Jawa. Untuk mengorganisir kegiatan tersebut maka didirikan Persyarikatan Muhammadiyah. Dan kini Muhammadiyah telah ada diseluruh pelosok tanah air.

Disamping memberikan pelajaran/pengetahuannya kepada laki-laki, beliau juga memberi pelajaran kepada kaum Ibu muda dalam forum pengajian yang disebut "Sidratul Muntaha". Pada siang hari pelajaran untuk anak-anak laki-laki dan perempuan. Pada malam hari untuk anak-anak yang telah dewasa.

Disamping memberikan kegiatan kepada laki-laki, pengajian kepada ibu-ibu dan anak-anak, beliau juga mendirikan sekolah-sekolah. Tahun 1913 sampai tahun 1918 beliau telah mendirikan sekolah dasar sejumlah 5 buah, tahun 1919 mendirikan Hooge School Muhammadiyah ialah sekolah lanjutan. Tahun 1921 diganti namnaya menjadi Kweek School Muhammadiyah, tahun 1923, dipecah menjadi dua, laki-laki sendiri perempuan sendiri, dan akhirnya pada tahun 1930 namnaya dirubah menjadi Mu`allimin dan Mu`allimat.
Muhammadiyah mendirikan organisasi untuk kaum perempuan dengan Nama 'Aisyiyah yang disitulah Istri KH. A. Dahlan, Nyi Walidah Ahmad Dahlan berperan serta aktif dan sempat juga menjadi pemimpinnya.

KH A Dahlan memimpin Muhammadiyah dari tahun 1912 hingga tahun 1922 dimana saat itu masih menggunakan sistem permusyawaratan rapat tahunan. Pada rapat tahun ke 11, Pemimpin Muhammadiyah dipegang oleh KH Ibrahim yang kemudian memegang Muhammadiyah hingga tahun 1934.Rapat Tahunan itu sendiri kemudian berubah menjadi Konggres Tahunan pada tahun 1926 yang di kemudian hari berubah menjadi Muktamar tiga tahunan dan seperti saat ini Menjadi Muktamar 5 tahunan.

PENCARIAN